TUJUAN PENDIDIKAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI



Oleh : Wasis Budiarto,S.Pd

Sistem pendidikan Imam Al-Ghazali sangat dipengaruhi luasnya ilmu pengetahuan yang dikuasainya, sehingga dijuluki filosof yang ahli tasawuf (Failasuf-Muasawifin). Dua corak ilmu yang telah terpadu dalam dirinya itu kemudian turut mempengaruhi formulasi komponen-komponen dalam sistem pendidikannya. Ciri khas sistem pendidikannya Al-Ghazali sebenarnya terletak pada pengajaran moral religius dengan tanpa mengabaikan urusan dunia.

Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali harus mengarah pada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekananya pada perolehan keutamaan dan taqqarub keada Allah Swt dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapat kemegahan dunia . sebab jika tujuan pendidikan diarahkan selain untuk mendekatkan diri pada Allah Swt, akan menyebabkan kesesatan dan kemudaratan.

Rumusan tujuan pendidikan didasarkan kepada firmana Allah Swt. Tentang penciptaan manusia yaitu :

“ Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada-Ku” (Q.S. Al-Dzariat : 56 )

Tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh Al-Ghazali tersebut dipengaruhi oleh ilmu tasawuf yang dikuasainya, karena ajaran tasawuf memandang dunia ini bukan merupakan utama yang harus didewakan, tidak abadi dan akan rusak, sedangkan maut dapat memutuskan kenikmatan-nya setiap saat. Dunia hanya tempat lewat sementara dan tidak kekal. Sedangkan akhirat adalah desa yang kekal dan maut senantiasa mengintai setiap manusia.

Bagi Al-Ghazali yang dikatakan orang yang berakal sehat adalah orang yang dapat menggunakan dunia untuk tujuan akhirat, sehingga derajatnya lebih tinggi disisi Allah Swt dan lebih kebahagiaannya diakhirat. Ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali tidak sama sekali menistakan dunia, melainkan dunia itu hanya sebagai alat untun mencapai tujuan.

 

Sumber : Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam karya Prof. Dr.H. Ramayulis


Komentar

Tujuan Pendidikan Menurut Imam Ghazali

Cara Mengirim Artikel ke Opini detik.com

Tata Cara Mengirim Tulisan ke Harakatuna