FILM PENDEK KARYA SISWA SD
Oleh : Wasis Budiarto, S.Pd
Dilangsir dari suaramerdeka.com - SD Labschool Unnes Semarang menggelar kompetisi film pendek yang diikuti siswa ekstrakulikuler Sinematografi di sekolahnya. Ekstrakulikuler ini dibuat untuk mengasah kreativitas siswa dalam bidang film.
Mereka yang tergabung dalam enam kelompok itu membuat film pendek, dengan tema bebas, untuk kemudian dilombakan. Total ada enam film pendek telah menyelesaikan penjurian dengan sistem tombol suka (like) dan komentar (comment).
Film pendek selanjutnya diunggah ke chanel Youtube, SD Labschool Unnes Semarang. Hasilnya, kelompok yang membuat film pendek berjudul "Indonesia Merdeka" tampil sebagai juara I, dengan raihan 617 suka dan 10 komentar.
Juara II dan III masing-masing diraih film pendek dengan judul "Desa Kota Bukan Halangan" (350 suka dan 10 komentar) serta "Berbagi" (329 suka dan lima komentar). Tampil sebagai juara harapan I -III berturut-turut adalah film pendek "Anak Diculik", "No Bully", dan "Hero".
Para pemenang itu mendapatkan piala dan sertifikat yang diberikan dalam ajang Open House di SD Labschool Unnes Semarang. "Semua proses pembuatan film pendek itu dari siswa, mulai pembuatan naskah, pemain, syuting, hingga editing. Peserta lomba ini memang mereka yang ikut ekstrakurikuler cinematografi," kata Kepala SD Labschool Unnes Semarang, Muhammad Mukhlas SPd. Ekstrakulikuler Sinematografi ini diadakan berawal dari kegelisahan guru terhadap anak yang kerap memegang telepon seluler.
Siswa di sekolahnya tak dilarang pakai telepon pintar, sepanjang digunakan kegiatan positif, termasuk membuat film pendek. Hasil karya film siswanya dinilai bagus, mereka memunculkan berbagai macam hal, seperti karakter pahlawan, desa, jiwa sosial, dan mau berbagi. Selain penganugerahan film pendek terbaik, sekolahnya dalam open house juga memberi ruang siswa dalam memasarkan hasil produk kidspreneurship.
Ada aneka makanan dan minuman ringan, ayam bakar, lego, pempek, donat, dompet angpau, es yogurt, puzzle cup, hingga cubecraft. Kepala Pusat Pengembangan Labschool Unnes Semarang, Dr Wadyo mengatakan, kreativitas anak dimunculkan dari pengembangan formal. Kemudian, pengembangan itu dimatangkan dalam ekstrakulikuler. Mereka memanfaatkan telepon pintar, memang pembelajarannya di sekolah ini akrab dengan alat komunikasi tersebut.
Di sisi lain, Komite Divisi Humas SD Labschool Unnes Semarang mengatakan, kidspreneurship ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirasahaan siswa. "Melalui ide dan kreativitas produk yang mereka ciptakan dan pasarkan, harapannya siswa bisa mengasah kemandirian, kejujuran, kedisiplinan, serta kerja sama tim," ungkapnya.

Komentar
Posting Komentar