RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS 5 MI, Oleh : Wasis Budiarto,S.Pd
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : MI GONDANG WONOPRINGGO
Mata Pelajaran :AQIDAH ALKHLAK
Kelas / Semester :
III / I
Pertemuan :
1, 2,
Alokasi Waktu : 6
x 35 Menit
A.
STANDAR KOMPETENSI
Belajar mengingat Allah melalui kalimat Tar’ji
B.
KOMPETENSI DASAR
Memahami kalimat Tar’ji
C.
INDIKATOR
-
Mengenal kalimat Tar’ji
-
Terbiasa mengucapkan kalimat Tar’ji
-
Bersabar dalam menghadapi musibah
D.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menjelaskan mengingat Allah
dengang kalimat tar’ji
E.
MATERI AJAR (MATERI POKOK)
Mengingat Allah melalui kalimah Tar’ji
A.
Mengenal kalimat Tar’ji (materi 1)
Pernahah kamu mendapat musibah ? bagaimana perasaanmu ketika mendapatkan
musibah ? diantara akhlak terpuji yang dapat dijadikan sebagai ukuran kualitas
iman seseorang adalah kesabaran dalam menghadapi musiabah. Semakin kuat kesabaran
seseorang dalam menghadapi musibah yang diberikan oleh Allah pertanda semakin
kuat keimanan orang tersebut. Sebaliknya, semakin lemah kesabaran seseorang
dalam menghadapi musibah pertanda semakin lemah iman orang tersebut.
Setiap manusia yang hidup di dunia ini tentunya tidak luput dari musibah.
Entah itu musibah yang sifatnya ringan ataupun musibah yang sifatnya berat.
Apabila tertimpa suatu musibah maka kita dianjurkan membaca kalimat tarji’,
Allah berfirman :
..........................................................................................................................................
Artinya :
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “
Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun “
Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa saat menghadapi musibah, baik yang
berat maupun yang ringan, agar senantiasa membaca kalimat thayyibah “inna
lillahi wa inna ilaihi rajiun”
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Artinya :
“Tidaklah seorang hamba terkena musibah, kemudian ia berdoa “sesungguhnya
kita kepunyaan Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah
berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik dari
padanya”. Kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan Allah akan
memberi ganti baginya yang lebih baik dari padanya.(HR.Muslim)
Setelah membaca kalimat tersebut, diharapkan muncul keyakinan bahwa segala
musibah adalah kehendak Allah. Sehingga pada puncaknya muncul sebuah pengakuan
dengan tulus bahwa kita adalah milik Allah dan kita akan kembali menghadap
Allah Swt.
B.
Terbiasa mengucapkan kalimat Tarji’ (materi 2)
Kalimat Tarji’ merupakan wujud pnyerahan diri manusia atas takdir Allah
Swt. Allah-lah yang memiliki manusia, dan hanya dialah yang berhak untuk
mengambil nya. Karena itulah, manusia harus bisa pasrah dalam menghadapi takdir
Allah. Manusia juga harus bisa sabar dan ikhlas menerima musibah yang datang
menimpa. Barang siapa yang tertimpa musibah ia menghadapinya dengan ikhlas dan
sabar dengan mengucap “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” maka Allah akan
mengampuni dosa-dosa orang tersebut dan memberi ganti yang lebih baik.
Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat tarji’ ? waktu yang tepat
untuk mengucapkannya adalah :
1. Mendengar berita duka cita;
2. Mendengar kabar berita yang menyedihkan’
3. Terjadi kecelakaan’
4. Terjadi bencana alam;
5. Terpeleset atau jatuh.
Nah mulai sekarang kamu harus senantiasa
membiasakan diri mengucap inna lillahi wainna ilaihi raji un” Apabila sedang
menerima musibah dari Allah.karena orang yang mengucapkan kalimat tarji’ dan
sabar dalam menghadapi musibah akan mendapat hikmah yang besar. Adapun
hikmak/manfaatnya sebagai berikut :
1. Akan mendapat keberkahan(kebaikan) yang
sempurna dari Allah;
2. Akan mendapat rahmat (karunia dan nikmat) dari
Allah;
3. Akan mendapat petunjuk dari Allah;
4. Dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah Swt;
5. Terhindar dari sifat sombong dan angkuh.
Lanjutkan........................
Komentar
Posting Komentar